jump to navigation

Untuk Senyuman Yang Masih Ku Rindukan January 10, 2014

Posted by dzale in kenangan bahagia.
trackback

Huff, hampir saja. Hampir saja kehilangan jejakmu. Gtalk tak online, WA tak keliatan lagi no atau statusnya. Sudah panik duluan aku. Ku kira kamu ganti semua akun mu, entah itu telpon, WA, dan email.  Namun beruntung masih ada socmed twitter. Dari situ aku bisa melongok aktivitas mu, bisa “stalking” kamu dari manapun aku mau. Tanpa kamu ketahui tentu saja 🙂

Anggap saja aku pecundang. Seorang pecundang yg tak berani memperjuangkan cintanya. Pecundang yang tak berani maju untuk terus bertahan demi sesuatu yg diyakininya, yaitu kamu. Aku memtuskan berhenti justru ketika kamu mulai percaya denganku. Mulai yakin kepadaku. Namun, karena ada sebuah faktor sehingga perjalanan kita berhenti sudah. Namun di dalam jauh lubuk hatiku masih ada sepotong hati untukmu.

Ah, cukuplah. Aku tak akan kembali kepadamu. Aku pun tak berani berharap kamu mau menerimaku kembali.

Untukmu, yang masih aku rindukan 🙂

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: