Semakin Memudar May 27, 2011
Posted by dzale in my heart.trackback
Terkadang, harapan merajut asa, mimpi, dan impian denganmu begitu jelas. Begitu nyata. Sudah ku atur segala rencana, langkah-langkah agar aku dan kamu bisa bersama kelak. Angka-angkanya pun sudah tertera jelas di kalenderku. Sungguh menyenangkan bila semua itu bisa terwujud.
Namun, sekejap pula harapan itu memudar, menghilang, lenyap tak berbekas. Engkaulah membuat semua berantakan. Hanya gara-gara masalah sepele, semua asa impianku kepadamu entah kemana. Hilang? entahlah. Yang jelas, semangatku terhadap impianku kepadamu sudah kabur, memudar. Layaknya api lilin yang lama kelamaan meredup karena tertiup angin.
Lalu, salah siapa ini? Aku? Kamu? Ato salah kita berdua? Hufff.
Bila sudah tak sanggup lagi bertahan, buat apa juga aku terus memaksakan impianku kepadamu? Buat apa juga semua usaha, pengorbanan tenaga, waktu, materi yang telah kuberikan untukmu? Semua akan menjadi sia-sia. Bila mau diteruskan, hambar yang akan terasa. Layaknya seseorang bekerja, namun ia sendiri tak menyukai apa yg dikerjakan. Seperti itulah hubungan aku dan kamu kelak. Tak ada rasa, semua datar adanya.
Rasa-rasanya, ambil keputusan untuk putus akan jauh lebih baik. Biar ku buang, ku bakar, ku hapus segala sesuatu tentangmu, yang berhubungan dengan mu. Biar kau mau meminta maaf, menghubungiku berjuta kali, tak akan ku pedulikan. Aku sudah terlalu lelah untukmu, denganmu. Biar saja kamu anggap aku pengecut, egois, dan tak mau bertanggung jawab. Ku terima semua itu. Yang penting, aku sudah selesai denganmu. Tak ada urusan lagi denganmu. Biar aku menjalani keseharianku sendiri, tanpa bayang2mu.
Maaf, aku dan kamu tak bisa bersama lagi, seperti dahulu. Sekian.

Comments»
No comments yet — be the first.