turut berduka… August 20, 2008
Posted by dzale in Uncategorized.trackback
Siang itu aku terdiam dari jauh melihatmu. Melihatmu menangis beruaraikan air mata. Bersedih atas kepergian orang yang kau cintai. Aku yang saat itu baru datang ke pemakaman hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Air mata dan kesedihan terpancar jelas di wajahmu. Aku terdiam, terpaku seakan tak percaya itu kamu. Kamu yang biasanya riang, ceria dan sungguh, tawamu yang khas itu kini berubah.
Aku mungkin belum tau rasanya ditinggalkan orang yang disayangi, yang dicintai. Semuanya terlihat jelas di pikiranku. Untuk itu aku ikut berduka. Semoga beliau mendapat tempat yang terbaik di sisinya.
Dan, aku tahu juga. Di sisimu ketika itu sudah ada seseorang yang setia berdiri di dekatmu. Seseorang yang siap menyediakan bahunya ketika engkau menangis, bersedih. Seseorang yang memapahmu ketika kamu letih, lelah atas peristiwa itu. Seseorang yang ‘kan mengelus kepalamu dan menghiburmu atas peristiwa sedih itu. Ya, aku tahu. Dan aku pun begumam dalam hati,
“Jadi, inikah pangeranmu itu? ”
Saat itu juga aku hanya bisa terdiam. Dan ketika bersalaman denganmu, aku cuma ucap,
“tetep semangat ya..”
Sungguh, entah apa yang sedang ku rasakan sekarang. Rasa sedih, marah, iri, campur dan beraduk di dalam hati.
ps : Untuk Elvira Ardiputri A, tetep semangat yah…..
setiap orang boleh berduka, tapi jangan sampe orang itu larut dalam duka nya!!!
tetap semangat!!!!
.:. herdi
terima kasih. waktu bisa menyembuhkan luka. aku percaya itu.